Friday, November 10, 2017

Pemberian ASI : Jadwal, Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI

Tags

Pemberian ASI : Jadwal, Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI. Halo Mom and Mak, berjumpa kembali dengan saya melalui tulisan ini. Pada kesempatan menulis kali ini, saya akan share tentang pemberian asi, baik itu jadwal pemberian asi, apa saja tujuan pemberian asi serta manfaat asi terutama asi eksklusif. Sebelumnya saya sudah share mengenai pengertian asi, kandungan asi dan pengertian menyusui, yang belum baca silahkan baca terlebih dulu ya. Mari kita mulai pembahasan kita kali ini, pada dasarnya tulisan ini bersifat informasi semata sehingga tidak menggantikan pendapat dokter ahli maupun profesional.
Pemberian ASI : Jadwal, Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI

Pemberian ASI


Salah satu aspek yang menjadi indikator kesejahteraan hidup masyarakat modern saat ini adalah kesehatan. Masalah kekurangan gizi menjadi hal yang paling diperhatikan untuk meminimalkan menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Akibat langsung maupun tidak langsung dari kekurangan gizi tersebut antara lain menurunnya produktivitas kerja, naiknya angka kesakitan, tingginya angka kematian pada bayi maupun anak-anak, menurunnya daya fisik dan perkembangan mental anak.

Di Indonesia, masalah gizi menjadi perhatian utama dimana telah banyak ditemukan kasus seperti kurangnya kalori, protein (banyak ditemukan pada bayi dan anak kecil yang belum genap setahun umurnya sudah memiliki adik lagi) sangat rentan mengalami gizi buruk.

Terjadinya kerawanan gizi pada bayi dan anak kecil ini disebabkan oleh beberapa sebab, selain makanan yang kurang asupan gizi sebab yang lain adalah digantikannya Air Susu Ibu (ASI) dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini merupakan pertanda telah terjadi perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi.

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan (5). Setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras.

Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI. Dukungan politis dari pemerintah terhadap peningkatan penggunaan ASI termasik ASI EKSLUSIF telah memadai, hal ini terbukti dengan telah dicanangkannya Gerakan Nasional Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (GNPPASI) oleh Bapak Presiden pada hari Ibu tanggal 22 Desember 1990 yang betemakan "Dengan ASI, kaum ibu mempelopori peningkatan kualitas manusia Indonsia". Dalam pidatonya presiden menyatakan juga bahwa ASI sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berusia empat bulan. Pemberian ASI tanpa pemberiaan makanan lain ini disebut dengan menyusui secara ekslusif. Selanjutnya bayi perlu mendapatkan makanan pendamping ASI kemudian pemberian ASI di teruskan sampai anak berusia dua tahun.

ASI merupakan makanan yang bergizi berimbang sehingga tidak memerlukan tambahan komposisi. Kandungan ASI itu sendiri mudah dicerna oleh bayi dan langsung terserap oleh metabolisme tubuh bayi. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan selama enam bulan pertama. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa makanan tambahan selama tiga bulan pertama.

ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun akhir-akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan keuntungan menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari alat pengganti, padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu botol atau susu formula. Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan ASI.

Hasil penelitian yang dilakukan di Biro Konsultasi Anak di Rumah Sakit UGM Yogyakarta tahun 1976 menunjukkan bahwa anak yang disusui sampai dengan satu tahun 50,6%. Sedangkan data dari survei Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 1991 bahwa ibu, yang memberikan ASI pada bayi 0-3
bulan yaitu 47% diperkotaan dan 55% dipedesaan (Depkes 1992) dari laporan SKDI tahun 1994 menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan ASI EKSLUSIF kepada bayinya mencapai 47%, sedangkan pada repelita VI ditargetkan 80%.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Moh. Efendi di R.S. Umum Dr. Kariadi Semarang tahun 1977 didapatkan pemberian ASI setelah umur 2 bulan 31,6%, ASI + Susu botol 15,8% dan susu botol 52,6%. Sedangkan sebelumnya yaitu pada umur 1 bulan masih lebih baik yaitu 66,7% ASI dan 33,3% susu botol, dalam hal ini tampaknya ada pengaruh susu botol lebih besar.

Juga hasil penelitian Dr. Parma dkk di Rumah Sakit Umum Dr. M. Jamil Padang tahun 1978 -1979 di dapatkan bahwa lama pemberian ASI saja sampai 4-6 bulan pada ibu yang karyawan adalah 12,63% dan pada ibu rumah tangga sebanyak 21,27%. Apabila dilihat dari pendidikannya ternyata 75% dari ibu-ibu yang berpendidikan tamat SD telah memberikan makanan pendamping ASI yang terlalu dini pada bayi.

Berbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalam pemanfaatan ASI secara Eksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksi ASI kurang, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu bekerja, keinginan untuk disebut modern dan pengaruh
iklan/promosi pengganti ASI dan tdak kalah pentingnya adalah anggapan bahwa semua orang sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat ASI.

Menurut Any Setyarini, Maria Mexitalia, dan Ani Margawati dalam jurnal mereka yang berjudul Pengaruh pemberian asi eksklusif dan non eksklusif terhadap mental emosional anak usia 3-4 tahun, menyimpulkan bahwa pemberian ASI, pengetahuan ibu, sikap ibu, dan tingkat pendidikan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap mental emosional anak.Pemberian ASI merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap mental emosional anak setelah dikontrol oleh pengetahuan ibu, sikap ibu, tingkat pendidikan ibu, dan berat badan lahir anak.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan bahwa pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, presentasi bayi yang menyusui eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relatif rendah Data dari Dinas Kesehatan Kota Manado yaitu pada tahun 2010 terdapat 3.363 bayi yang diberikan ASI eksklusif 308 bayi (9,1%) dan yang tidak diberikan ASI eksklusif 3.055 bayi (90,8%).

Jadwal Pemberian ASI


Pada bayi yang baru lahir, sistem kekebalan tubuhnya belum begitu sempurna. ASI memiliki kandungan nuttrisi yang sempurna dan tepat untuk pertumbuhan bayi yang baru lahir serta dapat mencegah terserang penyakit hingga kematian bayi. Kapan bayi saat lahir harus disusui? Jawabannya adalah bayi yang baru saja lahir diusahakan segera diberikan asi eksklusif. Karena sesaat setelah melahirkan, payudara sang ibu akan mengandung kolostrum yang sangat berguna untuk kekebalan tubuh bayi. Berikutnya setiap setengah atau satu jam sekali diberikan asi lagi.

Di dalam menyusui, mulut bayi harus terbuka lebar dan mencakupi sebagian besar areola, bukan sekedar menggantung di puting. Bibir atas dan bawah membuka ke luar, dagu menempel pada payudara dan pipi tampak penuh. Susui bayi lebih sering di malam hari karena itu saat hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) lebih banyak diproduksi, sehingga ASI lebih banyak dihasilkan.

Manfaat Pemberian ASI Terhadap Pertumbuhan Bayi


Menurut Profesor Sharon Donovan dan Tim, pemberian asi eksklusif dapat merangsang pertumbuhan gen yang berbeda-beda pada bayi yang berbeda jika dibandingkan dengan susu formula di pasaran. Meskipun kedua bayi terlihat tumbuh kembang yang sama, namun bayi asi diklaim memiliki rasio sakit lebih sedikit.

ASI eksklusif juga mempengaruhi sistem pencernaan bayi. Bayi ASI memiliki sistem pencernaan yang lebih baik khususnya pada usus. Perkembangan sel pada usus ini sangat membantu menjaga keseimbangan bakteri yang ada pada usus.

Cara Memperbanyak Produksi ASI


  1. Sering menyusui
  2. Ibu memiliki motivasi yang passion yang kuat untuk menyusui eksklusif
  3. Sering melakukan pemeriksaan payudara
  4. Penggunaan BH yang longgar
  5. Segera melakukan inisiasi menyusui dini (imd) sesaat setelah melahirkan
  6. Makan makanan perangsang penambah produksi asi seperti daun katuk, bayam, daun turi, dan lain-lain.


Prinsip Pengaturan Jadwal Pemberian ASI


Pertama, jadwal pemberian ASI saat setelah melahirkan sangat sederhana yaitu berikan buah hati bunda ASI tanpa menunggu lama setelah dia dilahirkan. Batasan waktu terbaik adalah minimal satu jam setelah dia dilahirkan. Hal itu untuk menghindari bayi bingung puting .

Kedua, perhatikan buah hati bunda. kapan sang buah hati nampak kehausan Seiring berjalan waktu bunda akan paham kapan bayi Anda akan terlihat mulai haus dan butuh menyusui. Pada saat seperti itulah waktu yang tepat bunda untuk memberikan ASI. Biasanya bayi lambat laun memiliki kebiasaan sendiri yang teratur tentang waktu kehausan mereka.

Ketiga, setelah usia anak menginjak 6 bulan biasanya konsumsi ASI akan berkurang. Bnda sudah diperbolehkan memberikan air putih pada bayi umur diatas 6 bulan. Meskipun demikian, bunda bisa menyusun jadwal baru tentang kapan bunda bisa memberikan ASI sebagai konsumsi tambahan.

Keempat, Untuk Bunda working mom bisa menyiasatinya dengan memompa ASI dan menyimpannya di freezer. Sehingga buah hati akan tetap bisa mendapatkan asupan terbaik (asi eksklusif) meski bundanya sibuk.


Demikian penjelasan kami mengenai Pemberian ASI, Jadwal Pemberian, Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments